Rabu, 04 Januari 2017

On Production



Teknik cetak & Reproduksi
Teknik cetak & Reproduksi
Seorang Desainer Grafis harus memiliki pengetahun mengenai teknologi Grafika dari mulai pracetak-cetak hingga pacsa cetak, sehigga dapat menghindari pemakaian elemen desain yang sangat riskan pada teknik cetak, dan sisi baiknya dapat lebih memaksimalkan ide lebih efesiensi dan kreatif.
Teknik cetak yang sering digunakan antara lain :
1.     Cetak Offset (Offset Printing)
2.     Cetak Flexografi (Flexography Printing)
3.     Cetak Rotogravure (Rotogravure Printing)
4.     Cetak Sablon (Screen Printing)
5.     Cetak digital (Digital Printing)
Cetak offset adalah suatu teknik mencetak dengan menggunakan pelat yang datar sebagai acuan cetak.
Berdasarkan cara pemasukan material kertas yang akan di cetak, mesin cetak Offset dapat dibagi dua:
1.     Mesin cetak lembaran (sheet fed) yaitu mesin cetak yang menggunakan kertas lembaran.
2.     Mesin cetak gulungan (Web fed) yaitu mesin cetak yang menggunakan kertas roll/gulung.
Cetak offset sheeted banyak digunakan untuk mencetak pekerjaan seperti majalah, buku, brosure, kalender, poster dll.
Cetak Web offset digunakan untuk mencetak Koran, tabloid, buku atau majalh yang menggunakan kertas yang lebih tipis disbanding cetak sheetfed.
Ciri khas cetak Offset Sheetfed
–       Cocok untuk mencetak diatas kertas dengan berat sekitar 100-270 gram
–       Cocok untuk mencetak dengan jumlah sekitar di atas 1000exp hingga 10.000 exp.
–       Cocok untuk mencetak majalah, buku, brosur dan lainnya dengan kualitas tinggi.
Ciri khas cetak Offset Webfed
–       Cocok untuk mencetak diatas kertas dengan berat sekitar dibawah 100 gram
–       Cocok untuk mencetak jumlah cetak sekitar ratusan ribu exemplar
–       Kecepatan lebih tinggi disbanding cetak dimesin sheetfed
–       Dapat langsung mencetak pada kedua sisi kertas.
Cetak Gravure
Cetak Rotogravure adalah suatu teknik cetak yang menggunakan Silinder sebagai acuan cetaknya, dan sering disebut dengan cetak dalam oleh karena tinta yang berada dibagian dalam image area dialihkan dari Silinder langsung ke media cetak. Pembentukan gambar pada silinder dapat menggunakan teknologi  Laser, Direct Etching atau Engrave Helio, sehingga terbentuk sel kecil dengan kedalaman tertentu. Cetak Gravure banyak digunakan untuk mencetak kemasan permen, rokok, plastic tipis, alumunium foil ataupun flexible packaging.
Ciri-ciri cetak Rotogravure
–       Cocok untuk mencetak diatas plastic tipis, alumunium foil, material transparent atau apaque.
–       Cocok untuk mencetak oplah yang tinggi
–       Cocok untuk mencetak jumlah warna lebih dari 8 warna.
–       Warna lebih konsisten dibandingkan denga teknik cetak lainnya.
Cetak Flexografi adalah suatu teknik cetak yang menggunakan acuan cetak berupa pelat dari karet atau photopolymer. Cetak flexografi dikenal juga sebagai cetak tinggi karena tinta dialihkan dari area cetak yang lebih tinggi ke media cetak. Pemindahan tinta ke pelat cetak melalui rol transfer yang disebut Anilox dan terbuat dari tembaga (Cu) atau keramik. Pemahaman sederhana cetak fleksografi dapat kita lihat pada prose’s pembuatan stempel. Cetak flexografi banyak digunakan untuk mencetak kemasan label, corrugated (karton gelombang).
Ciri khas cetak Flexografi :
–       Cocok untuk material berupa karton gelombang
–       Cocok untuk mencetak dengan jumlah cetak tinggi
Cetak sharing atau screen printing adalah suatu teknik cetak yang menggunakan Silk Screen sebagai acuan cetaknya. Cetak saring dikenal juga sebagai cetak sablon. Cetak sablon ini memiliki kualitas yang bervariasi. Banyak digunakan untuk pencetakan kaos, gelas, seng, mika, plastic, kertas dan lainnya. Saat ini teknologi cetak sablon sudah menerapkan system Computer to Screen, yang dapat menghasilkan kualitas tinggi.
Ciri khas cetak sablon :
Dapat mencetak diatas hampir semua benda padat, seperti gelas, kaca, keramik, aluminium, seng, mika, plastic, kertas dan lainnya. Karena dilakukan manual (kecuali yang sudah menerapkan teknologi Computer To Screen).
Digital Printing
Cetak digital atau Digital Printing adalah suatu taknik cetak tanpa melalui prose’s pembuatan acuan cetak, melainkan melalui prose’s digital atau “any printing completed via digital file. Semua prose’s pencetakan dilakukan dan dikontrol secara digital dan memiliki metode penintaan yang berbeda sesuai teknologi masing-masing. Di Indonesia saat ini istilah digital printing agak rancu karena perusahaan yang mengaku memiliki jasa digital printing didalamnya berbagai
Perencanaan Kemasan
Kemasan adalah pelindung dari suatu barang, baik barang biasa mau pun barang-barang hasil produksi industri. Dalam dunia industri kemasan merupakan pemenuhan suatu kebutuhan akibat adanya hubungan antara penghasil barang dengan masyarakat pembeli. Untuk keperluan ini kemasan harus dapat menyandang beberapa fungsi yang harus dimilikinya seperti:
– tempat atau wadah dalam bentuk tertentu dan dapat melindungi barang dari kemungkinan rusak, sejak keluar dari pabrik sampai ke tangan pembeli, bahkan masih dapat digunakan sebagai wadah setelah isi barang habis terpakai, (dalam hal ini wadah tersebut masih menyandang fungsi iklannya).
Kemasan bukan hanya sebuah bungkus, tapi juga pelengkap rumah tangga; sebush botol kecap bagus dengan etiketnya yang menarik dapat menyemarakkan suasana tertentu di meja makan atau lemari di dapur; sebuah tempat kertas lap “Klenex” yang didesain menarik dapat memperindah kamar mandi dan botol parfum yang cantik memberikan kekhasan meja berhias seorang gadis.
– mutu kemasan dapat menumbuhkan kepercayaan dan pelengkap citradiri dan mempengaruhi calon pembeli untuk menjatuhkan pilihan terhadap barang yang dikemasnya (bungkus rokok yang berwibawa).
– kemasan mempunyai kemudahan dalam pemakaiannya (buka, tutup, pegang, bawa) tanpa mengurangi mutu ketahanannya dalam melindungi barang.
– rupa luar kemasan harus sesegera mungkin menimbulkan kesan yang benar tentang jenis isi barang yang dikemas.
– perencanaan yang baik dalam hal ukuran dan bentuk, sehingga efisien dan tidak sulit dalam hal pengepakan, pengiriman serta penempatan, demikian pula penyusunan dalam lemari pajang.
– melalui bentuk dan tata rupa yang dimilikinya kemasan berfungsi sebagai alat pemasar untuk mempertinggi daya jual barang. Dalam fungsi ini desain bentuk-kemasan harus mendapat dukungan penuh dari unsur desain-grafisnya, sehingga bentuk kemasan selain menarik harus dapat menyampaikan keterangan dan pesan-pesannya sendiri.
Mengingat konsumen Indonesia yang sebagian besar masih terbatas kemampuan melek hurufnya, maka sampai dengan pertengahan abad ini kita masih melihat bahasa gambar sangat banyak dipergunakan di samping bahasa warna dan huruf. Hal ini, dibuktikan dalam desain-desain merek-dagang, etiket kemasan, serta penggunaan warna untuk memperkuat identitas produk tersebut.
Di samping itu sejalan dengan keterbatasan kemampuan visual dan logika, lahir pula gambar-gambar dan nama-nama sederhana dari benda yang sangat dikenal dalam kehidupan kita sehari-hari, yang oleh industri rokok yang dipilihkan seperti: Djambu Bol, Djeruk, Sapi, Carok, Upet, Pompa, Sugu, Tang, Djarum, Gudang Garam dan sebagainya.
Suatu waktu pabrik rokok kretek Djarum, pernah memproduksi rokok kretek dengan beberapa jenis rasa yang dibedakan dari warna bungkus. Djarum Coklat, Djarum Merah, Djarum Kuning (antara tahun 1950-1960). Semua desain, tipe huruf, dan ukuran sama, kecuali warna dasarnya yang berbeda; jadi di sini ditekankan penggunaan warna. Kemudian, nama-nama aneh muncul dalam gaya seperti ini, sekadar untuk menghindarkan persamaan nama di Lembaga Pencatatan Paten.
Sebuah contoh: Gambar buaya sudah ada pada Lembaga Pencatatan Paten, maka seseorang tidak dapat mempergunakan logo yang sama untuk keperluan desain logo baru. Lalu jalan keluarnya, dia menambahkan kata baru di samping kata buaya, lalu mendaftarkan diri dengan merek “Buaya Gunung”; gambarnya adalah buaya dan gunung (Penelitian Wiyanto, skripsi merek Dagang di Indonesia tahun 1961-1962). Kesederhanaan cara melihat yang berasal dari logika bentuk sering terjadi, karena itu tidak mengherankan bila korek api Jonko ping Tandstick Fabriek, yang bergambar medali atau mata uang di pasar lebih dikenal dan dinamakan “Korek api cap Balon”; apa yang paling segera terlintas difikirkan dan mudah diingat.
Keberhasilan pemasaran suatu barang, tidak hanya ditentukan oleh mutu barang serta usaha promosi yang dilakukan, tetapi juga dalam upaya yang sama oleh mutu dan penampilan kemasan itu sendiri. –
Untuk kenyataan ini kita kenal filsafat pemasaran yang sudah lazim sejak abad ke 19 di Inggris “the product is the package”, barang produk ditentukan oleh kemasannya sendiri. Kesadaran akan kemasan adalah bahagian yang tak terpisah dari barang produk, sehingga tidak mengherankan bila sebuah biro perencanaan grafis bersikap “Kami tak dapat menaikkan mutu barang produk, karena itu kami tingkatan kemasannya”.
Karena itu mutu lain dari sebuah kemasan dinilai dari kemampuannya dalam memenuhi fungsi, di mana kemasan dituntut untuk memiliki daya tarik yang lebih besar daripada barang yang dibungkus di dalamnya. Keberhasilan daya tarik kemasan ditentukan oleh estetik yang menjadi bahan pertimbangan sejak awal perencanaan bentuk kemasan, karena pada dasarnya nilai estetik harus terkandung dalam keserasian antara bentuk dan penataan desain grafis tanpa melupakan kesan jenis, ciri dan sifat barang yang diproduksi.
Dikerjakan Dengan Mesin Yang Canggih
Alat ini umumnya digunakan untuk kemasan kopi, namun tidak menutup kemungkinan digunakan untuk produk lainnya.
bagi yang belum paham mengenai apa itu valve, one way valve sendiri merupakan alat pengunci aroma (aroma lock) sehingga dari dalam kemasan udara bisa keluar, sedang dari luar udara tidak dapat masuk. dengan berfungsinya sebagai aroma lock, maka kita bisa mencium aroma produk dalam kemasan tanpa merusak, atau membuka segel. keuntungan lainnya adalah udara luar tidak bisa masuk kedalam sehingga produk akan lebih berumur panjang dibandingkan dengan kemasan yang terbuka.
dengan hadirnya valve applicator, maka dengan ini kami sampaikan UKM Indonesia berhak memiliki
kemasan dengan one way valve dengan harga yang terjangkau. Jika selama ini UKM yang menginginkan kemasan dengan ukuran yang dikehendaki harus membeli/ memesan puluhan ribu kemasan, bahkan sampai ratusan ribu kemasan, maka dengan hadirnya valve applicator di AA Packaging House – Malang, maka UKM berhak mendapatkan kemasan yang di idamkan. Tiadak perlu pesan ratusan ribu lembar (yang nota bene menghabiskan dana ratusan juta), jangankan puluhan ribu lembar, atau ribuan lembar apalagi ratusan lembar, selembar-pun (1 kemasan aje) AA Packaging House SIAP melayani UKM Indonesia. Inilah bukti dan dharma Bhakti AA Packaging House untuk kemajuan Negeri Indonesia yang tercinta, khususnya untuk kemajuan UKM Indonesia.Semoga dengan kehadiran Valve Applicator di AA Packaging House, bisa menjadi Baroqah kita semua, terutama UKM yang bergerak di produk Kopi dan turunannya.



Continous Band Sealer

Mesin Pembungkus/mesin Penyegel Kontinyu (Continuous Sealer) adalah salah satu jenis mesin pengemas yang bisa digunakan untuk mengemas aneka jenis bahan kemasan. Mesin ini dapat menyegel plastic film dari berbagai macam bahan plastik seperti PE, PP, PET/PE atau alumunium foil dengan kecepatan yang bisa diatur. Mesin pengemas jenis ini
juga bisa digunakan untuk memberi cetakan tanggal kadaluarsa, kode produksi, atau sesuai dengan keinginan (dengan modifikasi tertentu)
Mesin pembungkus/Penyegel Kontinyu (Continuous Sealer) dapat Anda gunakan untuk mengemas berbagai produk industri kripik buah, snack, camilan, minyak goreng, sabun cair, kopi, pengemasn ikan, dan sebagainya yang dikemas dalam kantong plastik atau Aluminium Foil
Power Supply
220-240V/50-60Hz,1 phase
Power consumption
500 W
Sealing Speed
0-12 m/min
Sealing Width
6-15 mm
Sealing film thickness
0,02-0,80 mm
Temperature range
0-300 0C
Printing letters
1 line 15 letters (with pressing)
Conveyor loading
5 kgs
Machine Size
900 x 480 x 380 mm3
Machine Weight
30 kg



Brand Packing

Banyak cara untuk mengkomunikasikan suatu produk atau jasa dalam kegiatan bisnis, misalnya dengan advertising (periklanan), promosi, personal selling, dll. Banyak pula media yang dapat digunakan, baik yang bersifat Audio, seperti radio, Visual, seperti majalah, bulletin, poster, kemasan produk, dll, maupun yang bersifat Audio Visual seperti televisi, film, pameran, dll. Salah satu dari media komunikasi diatas yaitu pengemasan ( Packaging ).
Ketika seseorang masuk ke supermarket atau hypermarket, selama beberapa menit orang itu menghabiskan waktu mengelilingi rak-rak supermarket, barangkali tidak kurang dari 1000 merek yang dilewatinya begitu saja. Hanya beberapa produk atau merek saja yang menarik perhatian orang itu. Padahal, banyak produk dari berbagai merek yang dipajang, dirancang dan dibuat untuk menarik perhatian dan menawarkan janji kepada orang itu.
Meskipun banyak produk yang serupa, namun yang benar-benar membedakannya adalah nama merek. Nama merek itu pun tidak akan ada artinya apabila tidak didukung oleh visualisasi dari nama itu sendiri yang menarik dan menonjol pada kemasan.
Produsen kini menyadari bahwa kemasan bukan lagi sekedar membungkus dan melindungi produk. Persaingan yang ketat dan sesaknya produk di rak-rak supermarket atau hypermarket memaksa produsen berpikir bahwa selain untuk menarik perhatian konsumen, kemasan mempunyai kekuatan untuk menjelaskan produk dan membantu meningkatkan penjualan. Kemasan kini menjadi media komunikasi. Melalui kemasan produsen dapat berkomunikasi dengan konsumen dan menjelaskan segala sesuatu tentang produk kepada konsumen.
Mengapa kemasan Marlboro berwarna merah ? Menurut penelitian Color Research Institute of Chicago, kemasan merah mempunyai konotasi flavor yang kuat, hijau – seperti yang digunakan Marlboro Menthol – mempunyai konotasi dingin. Sementara itu putih seperti yang banyak digunakan rokok mild, mempunyai konotasi aman. Image tersebut sangat menentukan dalam mengingatkan orang akan suatu brand, terutama saat akan membeli suatu produk.
Kemasan menjadi sangat efektif untuk membuat orang membeli karena kemasan bisa membuat konsumen secara tidak sadar tertarik dan membeli suatu produk. Ketika orang melihat suatu produk dengan kemasan yang bagus, secara spontan muncul emosi. Inilah yang disebut sebagai sensation transference, sebagaimana fungsinya bahwa komunikasi dapat mempengaruhi emosi seseorang. Sekarang konsumen ingin mendapatkan informasi yang lebih baik tentang suatu produk yang akan dibelinya. Konsumen membutuhkan informasi seperti kandungan bahan, nilai kalori, kualitas nutrisi, keamanan, instruksi penggunaan, dan sebagainya. Disinilah kemasan menunjukkan fungsi informasi dari komunikasi.
Kemasan merupakan salah satu factor penting dalam menciptakan dan memelihara asosiasi, image tertentu, dan kualitas produk. Aqua ukuran 250 ml misalnya, desain botolnya anggun dan bahannya yang bening bak kristal menimbulkan image bahwa produk itu premium. Lebih dari itu, kemasan tidak lagi sekedar symbol dari suatu produk tapi juga mengekspresikan suatu identitas, sebagai cermin yang memantulkan kepribadian sebuah produk atau merek. Menurut Harsono Susilo, CEO BedRock Brands Consultants, bahwa sejak awal designer harus menyadari tujuan kemasan dalam konteks dunia komersial ( consumer value ) adalah untuk memberikan identifikasi pengalaman tersendiri sebelum konsumen membeli produk itu. Botol Fanta yang berkontur, menyerupai buah, dan lebih ringan misalnya, mencerminkan identitas anak muda yang fun, friendly, dan exploration.
Kemasan mengatakan banyak hal dan kemasan itu sediri mungkin jauh lebih penting untuk pengenalan kepada konsumen ketimbang nama. Konsumen mungkin benar-benar mengenali suatu produk dari warna, desain dan bentuk. Ia merupakan platform yang perlu terus menerus dimantapkan untuk memperkuat posisi sebuah merek. Kemasan merupakan elemen yang penting dalam pemasaran semua jenis produk. Bisa dibilang, packaging adalah perpanjangan dari promosi. Packaging juga bisa membuat brand awareness ( Top of Mind Brand). Terus-menerus diperbaharui dan desain kemasan yang eye catching merupakan suatu cara untuk memperkuat posisi brand dan membuat menonjol di rak. Ketika mendesain suatu kemasan, designer mempunyai pikiran jauh ke depan yaitu bagaimana caranya ia bisa membuat konsumen terpikat, membeli dan membeli lagi. Kemasan harus bersifat komunikatif dan menjual. Inilah tujuan akhir dari pembuatan brand.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar